Menceritakan tempat-tempat wisata yang menurut saya menarik

Minggu, 05 April 2009

Suatu Malam di Kota Tua Jakarta


Di tengah pesatnya pembangunan kawasan modern di Jakarta, kawasan Kota Tua Jakarta tetap diminati para pecinta bangunan tua dan bersejarah. Kadang untuk menikmati kawasan ini dalam atmosfir berbeda, mereka menggelar kegiatan pada malam hari.
Lantaran ingin mendapatkan suasana berbeda itulah, Komunitas Historia kembali menggelar jalan-jalan ke sejumlah bangunan tua dan bersejarah pada malam hari bertajuk Wisata Malam di Kota Tua Jakarta, belum lama ini.Acara utamanya jelas berjalan kaki dari satu gedung tua ke gedung tua lainnya, ditemani hembusan dingin angin malam di antara remang-ramang cahaya lampu gedung dan jalan. Terlebih sebelumnya hujan turun hingga mengakibatkan sejumlah ruas jalan tergenang air. Semua itu kian menghadirkan suasana berbeda bila dibandingkan berjalan-jalan pada siang hari di kawasan historis ini.Peserta yang berjumlah 150 orang sebelumnya berkumpul di Museum Mandiri pada pukul 19.00 WIB. Lantaran hujan turun, panitia acara yang dikomandani Asep Kambali pun berinisiatif untuk membawa rombongan peserta melihat koleksi Museum Bank Mandiri yang dulunya bekas Gedung Nederlandsche Handel-Maatschappij (NHM) atau Factorji Batavia, yakni perusahaan dagang milik Belanda yang kemudian berkembang menjadi perusahaan di bidang perbankan. Di Museum Bank Mandiri, peserta diajak melihat-lihat ruang arsip, lemari besi, ruang kerja dan rapat para petinggi bank pada jaman Belanda.Setelah hujan reda, pukul 21.00 Wib rombongan melakoni perjalanan yang sesungguhnya. Tujuan pertama setelah museum bank mandiri adalah Museum Bank Indonesia yang terletak tepat di sebelah kirinya. Langsung saja peserta berduyun-duyun sambil menghindari beberapa genangan air yang berada di berbagai sisi jalan.Setibanya di gedung bekas peninggalan De Javasche Bank ini, rombongan disambut oleh para staff pengurus museum. Ternyata museum ini memiliki fasilitas yang sangat modern. Tiap ruangan memiliki tema masing-masing sehingga pengunjung dapat mengenal sejarah Bank Indonesia hingga segala jenis uang yang beredar di Indonesia.Di sebuah lorong museum ini terdapat dinding layar yang menyajikan gambar-gambar kepingan uang logam. Gambarnya memakai tehnik sensor bayangan sehingga gambar uang logam seolah bertebaran di dinding. Tangan kita seakan dapat menangkap koin-koin tersebut.Usai asyik menangkapi uang logam, peserta masuk kedalam Ruang Teater layaknya gedung bioskop. Disana pengunjung diputarkan film tentang uang rupiah yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia dan diproduksi oleh Perum Peruri. Mulai dari proses pembuatan, peredaran hingga penghancuran uang yang beredar di masyarakat.Setelah itu seluruh peserta diajak untuk melewati lorong Ruang Sejarah Bank Indonesia yang dipermukaan dindingnya terdapat keterangan perjalanan sejarah Bank Indonesia. Keterangan sejarahnya terkomputerisasi dengan menggunakan layar sentuh. Selain itu ada satu ruangan yang bernama Numismatik yang menyimpan berbagai uang kuno dari berbagai daerah di Indonesia dan negara lain.Beranjak dari Bank Indonesia, Jembatan Intan menjadi sajian berikutnya. Jembatan yang berada di atas Sungai Ciliwung dan bermuara di Teluk Jakarta itu dikelilingi oleh lampu-lampu berwarna warni sehingga sangat cantik ditengah-tengah kegelapan malam. Sejarahnya jembatan ini awalnya bernama Engeise Brug atau Jembatan Inggris, karena jembatan yang dibangun pada tahun 1628, dekat dengan sebuah galangan benteng pertahanan milik Inggris. Tahun 1655 setelah mengalami perbaikan, VOC mengganti namanya menjadi Het Middelpunt Brug atau Jembatan Pusat tahun 1900. Karena disekeliling jembatan berubah menjadi pasar ayam maka oleh warga sering disebut dengan sebutan Jembatan Pasar Ayam. Kemudian jembatan ini sempat berganti nama menjadi Wilhelmina Brug, atau Jembatan Wilhelmina. Pada tahun 1938, jembatan ini kembali mengalami perbaikan dan diberi nama Ophaalsbrug Juliana, atau Jembatan Ratu Juliana.TipsKalau ingin mengikuti acara Wisata Malam ke Kawasan Kota Tua Jakarta, Anda bisa menghubungi Komunitas Historia. Keuntungan mengikuti kegiatan ini, Anda bisa mendengarkan penjelasan sejarah dari pengamat sejarah dan pemandunya, selain bisa saling berkenalan dengan para pecinta bangunan tua dan bersejarah lainnya. Cara lain, Anda bisa saja mendatangi langsung bersama rekan-rekan Anda. Kalau tidak berani melakukannya malam hari, Anda bisa melakukannya pagi atau sore hari.Anda bisa menggunakan bus Transjakarta Busway dari Blok M tujuan Kota. Lalu berjalan kaki ke Museum Bank Mandiri, Museum Bank Indonesia terus ke Toko Merah sampai Jembatan Kota Intan. Kalau malas berjalan kaki, Anda bisa menyewa ojek sepeda sundung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar